Seiring semakin padatnya jadwal dan tuntutan dalam dunia kerja modern, banyak orang mencari “senjata rahasia” agar tetap fokus dan produktif. Salah satu kombinasi yang makin sering dibicarakan dan perlu kamu coba adalah kopi dan musik.
Yup, playlist favorit dan secangkir Kopi Kapal Api panas yang nikmat bisa jadi solusi tepat buat kamu yang lagi berjuang dengan kesibukan kerjaan dan ketatnya deadline. Akan tetapi, benarkah keduanya punya dampak nyata terhadap semangat dan produktivitas?
Bagaimana Kopi dan Musik Bisa Meningkatkan Produktivitas
Dikutip dari laman medical news today, studi terbaru yang dilakukan NYU Tandon School of Engineering menemukan bahwa minum kopi dan mendengarkan musik, terutama jenis yang tepat, sangat berhubungan dan mempengaruhi peningkatan aktivitas otak dalam gelombang beta, yang berkaitan dengan kewaspadaan dan kognisi aktif. Dengan kata lain stimulasi indera lewat kopi (rasa/kafein) dan musik (suara) dapat meningkatkan kecepatan reaksi serta akurasi dalam tugas kognitif.
Kopi, melalui kandungan kafeinnya, bekerja sebagai stimulan sistem saraf pusat, ia mampu menekan reseptor adenosin yang membuat kita merasa lelah, sehingga otak menjadi lebih terjaga dan refleks lebih cepat. Ini membantu ketika kita harus “bangun” dari kondisi ngantuk atau butuh lonjakan energi saat jam tengah kerja. Sementara itu, musik berfungsi sebagai pengatur mood dan latar pendukung fokus. Bila dipilih dengan tepat, musik bisa meredam kebisingan eksternal, memacu semangat, dan menjaga ritme kerja tanpa mengganggu proses berpikir.
Cara Efektif Menggabungkan Kopi dan Musik untuk Produktivitas
Meskipun keduanya memiliki karakteristik yang bisa menstimulasi otak agar lebih fokus dan semangat, namun kamu juga harus mengkombinasikannya secara tepat. Setidaknya, ada 4 hal yang harus kamu perhatikan.
1. Timing yang tepat
Mulailah sesi kerja dengan secangkir kopi hangat. Sebagai teman ngopi yang nikmat, kamu bisa pilih Kopi Kapal Api Special Mix yang kombinasi rasa manis dan pahitnya pas. Setelah itu, tunggu beberapa menit agar efeknya mulai terasa, lalu putar musik latar. Biasanya efek kafein optimal muncul setelah 15–30 menit.
2. Pilih genre musik yang mendukung aktivitas
Untuk pekerjaan yang butuh konsentrasi tinggi seperti menulis, analisis, hingga coding, para ahli merekomendasikan memilih musik klasik, instrumental, ambient, atau lo-fi. Hindari lagu penuh lirik agar otak tidak terdistraksi saat memproses kata-kata. Sementara untuk kamu yang pekerjaannya lebih physical yang butuh energi banyak, musik dengan genre rock atau EDM bisa jadi pilihan tepat.
3. Volume & durasi yang proporsional
Kontrol suara juga kamu perlu perhatikan. Pastikan musik jangan terlalu keras, cukup di level yang “mendukung”, tapi tidak memonopoli perhatianmu. Pakai playlist berdurasi 30–60 menit agar kamu tidak terganggu untuk mengganti lagu terus-menerus.
4. Break stimulation
Setelah sesi kerja intens (misalnya 60–90 menit), kamu pastikan beri jeda sejenak untuk otak agar bisa refreshing. Di momen ini, jangan lakukan apapun selain menikmati musik yang kamu putar sambal terus menyeruput Kopi Kapal Api favorit yang kamu seduh.
Dengan memadukan kopi dan musik secara sadar dan tertata, kamu tidak hanya menyenangkan indera, tapi juga memberi “bahan bakar” bagi otak dan semangat kerjamu. Coba eksperimen sendiri, kombinasi seperti apa yang cocok buat gaya kerja kamu, kapan waktu terbaiknya, dan genre musik apa yang bikin kamu terus stay on. Siapa tahu, resep sederhana ini bisa jadi kunci tersendiri agar produktivitasmu terus melaju.
Sumber: NYUTandonEngineering.com, RRI.com, Froyonion.com