Kadang, tidak semua masalah yang kita miliki bisa diutarakan secara bebas, entah itu di rumah atau di kantor. Pasalnya, tidak semua orang mungkin bisa memberikan respon yang positif terhadap curhatan masalah kita. Nah, di momen kayak gini, segelas Kopi Kapal Api bisa jadi teman terbaik buat nenangin diri sejenak sebelum cerita dimulai. Karena curhat yang sehat bukan tentang siapa yang paling banyak bicara, tapi tentang bagaimana kamu menata perasaan dengan tenang dan jernih. Yuk, simak gimana para pakar menjelaskan cara curhat tanpa drama, biar hati tetap ringan dan fokus kerja tetap jalan.
Kenapa Curhat Seringkali Berakhir Drama?
Saat kamu memutuskan buat curhat mengenai masalah yang dihadapi, banyak faktor yang harus kamu perhatikan dan pertimbangkan. Kamu harus bijak menentukan siapa yang mendengar, kapan waktunya, dan bagaimana cara kamu menyampaikannya. Mengutip artikel dari American Heart Association, pakar Kesehatan mental menyebut bahwa curhat ke orang dengan telinga yang empatik dapat membantu meringankan stres, tapi jika hal ini dilakukan ke orang yang tidak bisa mendengarkan dengan tepat malah bisa memperburuk kondisi mental.
Tidak hanya itu, dalam artikel yang dilansir oleh Psychology Today disebutkan bahwa “melepaskan” emosi sesaat yang sifatnya negatif, seperti mengeluh terus menerus saat kecewa, memperlihatkan perasaan frustasi, atau marah, justru seringkali bukan menjadi solusi jangka panjang yang baik, sebaliknya, justru bisa memperburuk konflik atau masalah yang kamu hadapi. Bahkan, tidak mungkin orang-orang yang kamu kenal justru mulai menjauh.
Jadi, curhat bukan hanya soal “bicara saja”, tapi bagaimana kamu menempatkan momen itu dengan baik dan benar agar kamu tetap produktif dan tidak menjadi beban bagi diri sendiri ataupun orang lain, baik di kantor atau di lingkungan pergaulan kamu di luar.
Begini Cara Curhat yang Tepat Menurut Pakar
Melansir dari berbagai sumber, setidaknya ada 4 langkah agar curhat menjadi hal yang sehat dan konstruktif:
- Pilih waktu yang tepat - Hindari curhat saat emosi sedang memuncak. Tunggu dulu beberapa menit untuk menenangkan diri agar penyampaianmu lebih jernih dan jelas. Ada kalanya curhat juga perlu pelengkap yang tepat, salah satunya dengan kopi. Dengan secangkir Kopi Kapal Api yang hangat dan nikmat, kamu bisa membuka suasana jadi lebih rileks dan terbuka.
- Pilih pendengar yang bisa dipercaya - Idealnya kamu harus memilih teman curhat yang bisa mendengar tanpa menghakimi, dan mencoba mengajakmu berpikir ke solusi bukan hanya mengulang keluhan yang mungkin sama-sama dimiliki. Pastikan orang ini benar-benar bisa kamu percaya agar privasi mengenai masalahmu tetap terlindungi dengan baik.
- Fokus pada solusi, bukan hanya keluhan - Alih-alih hanya mengeluhkan dan mencari “apa yang salah”, coba arahkan obrolan ke “apa yang bisa dilakukan selanjutnya”. Hal ini secara tidak langsung akan mengubah curhat jadi lebih produktif, bukan hanya pelepasan emosi.
- Gunakan medium lain yang nyaman - Kalau curhat langsung ke rekan kerja belum cocok, coba kamu pertimbangkan menulis jurnal atau catatan pribadi sebagai langkah awal. Penelitian menunjukkan bahwa ekspresi tertulis bisa membantu mengelola emosi dengan baik.
Curhat pada prinsipnya milik siapa saja, tidak dibatasi oleh gender atau lokasi. Curhat juga bukan hal yang salah, namun, cara kita melakukannya yang menentukan hasilnya. Dengan memilih waktu yang tepat, pendengar yang bisa dipercaya, fokus pada solusi, dan segelas Kopi Kapal Api, curhat bisa berubah dari potensi drama ke momen pembaharuan energi
Sumber; Heart.org, Psychologytoday.com