Apakah kamu pernah memiliki pengalaman berinteraksi dengan orang yang memiliki kepribadian narsistik, baik dalam pergaulan atau dalam dunia kerja? Apa yang kamu rasakan saat bertemu dengan orang-orang seperti itu?
Menurut Freud (2002), orang-orang yang memiliki kepribadian narsistik cenderung mencintai dan mementingkan dirinya sendiri tanpa memperhatikan lingkungan yang ada di sekitarnya. Selain itu, orang dengan kepribadian narsistik cenderung arogan dan iri dengan pencapaian orang lain dan sangat pintar memanipulasi atau memanfaatkan orang lain yang dianggap lebih mudah diatur atau dianggap memiliki level lebih rendah di bawahnya.
Dalam dunia kerja, orang narsistik akan berusaha meraih posisi teratas dengan melakukan segala cara. Ada kalanya dia akan memberikan puja-puji di depan kamu, tapi sesaat kemudian tidak segan menjatuhkan kamu di belakang.
Menghadapi orang dengan kepribadian seperti ini seringkali mudah memantik emosi, meski begitu, penting bagi kamu untuk mampu mengelola emosi atau perasaan mu secara profesional saat menghadapi rekan kerja seperti ini.
Diambil dari berbagai sumber, Kopi Kapal Api coba merangkum beberapa cara profesional menghadapi karakter tersebut tanpa harus mengganggu kinerja.
1. Usahakan untuk menghindar
Cara ini merupakan cara yang paling efektif menghadapi rekan kerja yang narsistik dan cenderung manipulatif. Jika memungkinkan, kamu hanya cukup berinteraksi jika ada keperluan pekerjaan dengannya. Saat pembicaraan sudah melenceng dan tidak berkaitan dengan pekerjaan, jangan ragu untuk mengakhiri pembicaraan tersebut.
2. Identifikasi teknik gaslighting
Orang dengan kepribadian narsistik senang melakukan gaslighting, yaitu memanipulasi sesuatu, melakukan kebohongan tanpa rasa bersalah, hingga mencari kambing hitam untuk menutupi kekurangan pencapaiannya. Dengan kamu bisa mengenali teknik ini, kamu bisa mulai menetapkan batasan atau menghindarinya.
3. Jangan pernah diambil hati
Menghadapi orang narsistik harus memiliki mental yang kuat. Jangan sekali-kali kamu ikut terjebak terbawa perasaan dalam permainannya, baik saat kamu dihujat atau dipuji sekalipun, karena pada dasarnya tidak ada hal yang dilakukan oleh orang narsistik tersebut secara tulus, selain demi mencapai kepentingannya sendiri.
4. Batasi ekspektasi
Pada dasarnya, sifat narsistik dalam diri seseorang tidak akan mudah berubah. Oleh karena itu, kamu harus bisa membatasi ekspektasi saat menghadapi rekan kerja yang narsis. Pastikan kamu untuk tidak terlalu fokus membenci atau menyukai dirinya. Sebaliknya, cukup terima dia apa adanya dan teruslah fokus untuk melakukan tugas dan pekerjaanmu dengan sebaik-baiknya.
5. Berani sampaikan perilaku yang merugikan
Orang dengan perilaku narsis dan manipulatif senang mengglorifikasi pencapaiannya. Mereka juga cenderung mendahulukan kepentingan kerja atau karirnya. Jika kamu berada dalam satu tim dengan orang seperti ini, dan kamu dihambat atau dirugikan dengan perilakunya, abadikan dan sampaikan dengan cara yang elegan kepada atasan. Pastikan kamu menyampaikan dengan bukti yang jelas.
6. Hadapi semuanya dengan santai
Cara terakhir menghadapi orang dengan kepribadian narsistik adalah dengan sikap santai. Jika dilanda emosi yang tinggi, pastikan kamu break sebentar. Kamu bisa coba rileks dengan menikmati musik, menonton video di YouTube, atau ngobrol penuh humor dengan rekan lain sambil menikmati Kopi Kapal Api Special Mix & Kopi Susu Kapal Api sehingga bisa bikin balikin semangat kamu lagi.
Demikian beberapa cara profesional yang bisa kamu lakukan. Jika kamu menjalankan cara ini dengan baik dan tepat, kamu bisa tetap produktif dan semangat mencapai target karir yang kamu inginkan.
AS